Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024


Kamis, 2024-04-25


JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk tahun 2024. Perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu.

“Kita akan melakukan akselerasi dari potensi besar Indonesia, yaitu lahan rawa mineral. Dulu kan pernah kita lakukan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan,” ungkap Mentan Amran dalam Rapat Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024 (30/10)

Menurut Mentan Amran, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi pangan nasional. Rencananya Kementerian Pertanian akan menanam 1 juta hektare lahan rawa mineral dan 1 juta hektare lahan rawa tadah hujan. Setelah berhasil mengubah lahan rawa menjadi lahan pertanian, Kementerian Pertanian akan meningkatkan Indeks pertanaman padi dan jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan memastikan ketersediaan pupuk dan benih unggul serta mekanisasi pertanian demi mendorong keberhasilan peningkatan produksi.

“Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini, kerja aja. Pertanian Indonesia ini hebat. Tahun 2017 sudah swasembada, tahun 2019 swasembada, tahun 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” tambah Mentan Amran.

Swasembada beras dan jagung menjadi sangat penting bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan nasional. Mengingat saat ini Indonesia tengah memasuki masa tanam I bulan Oktober-Maret, Mentan Amran memiliki harapan besar untuk meningkatkan produksi padi dan jagung di tahun 2024 untuk menambah jumlah produksi komoditas pertanian Indonesia.

“Kita akan mencetak sejarah. Dulu kita pernah berhasil, 3-4 kali swasembada. Kali ini kita akan ulang dan jadikan permanen!” tutupnya.

Sumber artikel: https://pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=5762
Sumber: https://pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=5762

Berita Lainnya

Lewat ASAFF, Tunas Chemical Perkenalkan Inovasi Frensoil untuk Pertanian



Baznas Provinsi Jatim Siap Membantu Petani Gedangrowo Berinovasi



Jenis Pupuk untuk Gemburkan Tanah



Panen Raya Melon Alena dan Eksen di Desa Sidomukti Kembangbahu Lamongan



Petani Lamongan Temukan Cara Menggemburkan Kembali Tanah Tak Subur



Panen Maret 2024 Hasilkan 3,4 Juta Ton Beras, Tiga Provinsi di Jawa Pasok Separuh



Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024



Sektor Lain Turun, Ekspor Pertanian Januari 2024 Berhasil Naik



Panen Raya Melon Alena dan Eksen di Desa Sidomukti Kembangbahu Lamongan



Kementan Jalankan Akselerasi Peningkatan Luas Tanam serta Produksi Padi dan Jagung 2024 di Indonesia



Membuka Potensi Alam: Tingkatkan Hasil Panen Anda dengan Pupuk Organik Kami!



TIPS SUKSES DALAM BERTANI



Meningkatkan Keuntungan dan Kualitas Panen dengan Metode Pertanian Organik dan Pupuk Hayati



Petani Didorong Beralih ke Pupuk Organik: Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan



Efektivitas Pupuk Organik Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Sawi



Solusi Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Kedelai



Meningkatkan Produktivitas Padi Melalui Pupuk Organik yang Efektif



Pengenalan Metode Kultur Jaringan dan Penerapannya oleh Petani



Mengatasi Kekeringan di Lahan Sawah dengan Pupuk Pembenah Tanah



Efektivitas Pupuk Organik vs. Anorganik pada Produksi Tanaman Cabai Keriting



Penelitian tentang Efektivitas Pupuk Organik Cair pada Produksi Padi Lokal



Pentingnya Menjaga dan Memperbaiki Kondisi Tanah untuk Keberlanjutan Pertanian



Urban Farming: Masa Depan Pertanian di Perkotaan



Urban Farming sebagai Solusi Mengatasi Krisis Pangan dan Ekologi Perkotaan



Transformasi Perkotaan: Dari Lahan Terbatas Menjadi Sumber Pangan Berkelanjutan